//
you're reading...
bit by bit

color me bad

Harus diakui kalo aku adalah tipe orang visual. Ini berarti aku akan mempercayai sesuatu jika MELIHAT langsung bukan sekedar mendengarkan. Pantesan, dari dulu kalo aku dengerin kotbah kok rasanya masuk kuping kiri dan langsung keluar kuping kanan. Sebenarnya sampai sekarang sih..buktinya aku selalu kesulitan jika harus menceritakan ulang isi kotbahnya. Anyway, bukan ini yang hendak kuceritakan. Kembali ke perihal visual diatas, biasanya orang dengan tipe ini juga menyukai warna. I’m one of them. As a matter of fact, I’m probably addicted to colors. Gimana ngga! Tiap kali menjemur baju, aku selalu mengatur bajuku sedemikian rupa sehingga membentuk suatu gradasi warna yang serasi, selaras, dan seimbang! Terkadang aku berpikir, andai kujemur saja semua baju ini tanpa memperhatikan aturan warna pastinya tidak ada yang peduli. Anehnya, aku ngga pernah bisa melakukan hal itu. Ada yang janggal..ada yang kurang..ada yang ngga pas. Pokoknya ngga puaslah kalo tidak sesuai gradasi warna!!! Parahnya lagi (ngga selalu sih kalo yang ini), aku masih sempat-sempatnya mencocokkan warna baju yang kujemur dengan hangernya!! Untungnya, koleksi hanger warnaku tidak sebanyak hanger yang berwarna hitam.

Selain urusan jemur-menjemur, aku juga memperhatikan banget warna yang melekat ditubuhku termasuk aksesoris tambahannya..ya kalung, gelang, sepatu, tas, dsb, dll. Bukan berarti aku Ms. Matching # 1 lho. Hanya buat ngepasin warnanya aja! Gara-gara urusan macam ini, aku harus mempunyai visi tentang warna apa yang bakal kupakai paling tidak seminggu sebelumnya. Biasanya, moodku akan warna jarang berubah dalam kurun waktu seminggu. Jadi kalo misalnya, Senin ini aku lagi demen warna hitam maka sampai hari Minggu aku bakal tetap bernuansakan hitam. Tapi ini bukan hal yang prinsipil, ada kalanya moodku akan berwarna berubah dalam sekejap. Kalo ini yang terjadi, sia-sialah aku nyiapin baju seminggu sebelumnya karena pasti tubuhku menolaknya! Gimana caranya aku tahu tubuhku menolak..?? Well, yang pasti jika aku paksakan keluar rumah maka ngga jauh dari pintu aku bakalan masuk lagi dan…I instantly change the color!! Beneran aku bisa ngga pede kalo sampe itu terjadi.

Pada dasarnya, aku suka semua warna. Koleksi bajuku lumayan colorful. Jangankan kuning, yang merah membara pun aku punya. Yang pasti, ada beberapa warna yang aku sering pakai: hitam, biru, coklat, dan merah. Warna hitam, biru, dan coklat mendominasi untuk urusan yang serba kasual. Jadi bisa dipastikan aku sering keluar dengan memakai warna ini. Untuk warna merah, sebenarnya aku lebih suka dipakai sebagai warna gaun karena terasa lebih waah. Cocok buat warna kulitku yang lumayan fair ini…hehe. Bukan berarti aku tidak pernah memakai warna ini kala santai karena jangan lupa aku punya sepatu kets merah yang enak banget dipakai buat jalan. I love it so much! Otomatis, warna baju yang kupakai harus menyesuaikan bukan??

Memang ada perasaan tertentu jika memakai warna yang tertentu pula. Warna hitam misalnya memberi kesan yang misterius, sulit dijangkau dan memang biasanya aku sulit didekati kalo sedang memakai warna ini. Kalo kuperhatikan sih biasanya aku memakai warna hitam pas masa-masa pmsku. Tau sendiri kan bagaimana rasaya pas pms…itu tuh perasaan yang serba ngga karu-karuan karena pergolakan hormon-hormon didalam tubuh. Warna coklat kupakai jika down-to-earth mode on. Jika aku lagi tenang maka warna birulah yang kupakai. Ada suatu masa dimana aku menyukai warna ungu tua. And it happened when I was in my college years!! Kebayang ngga sih, orang seusia itu suka warna ungu tua. Apalagi jaman itu belum ada yang namanya Sasha! Itu tuh sekretarisnya Pak Taka di Sitkom OB yang demen warna ungu. Ngga sengaja juga sih dulu aku suka warna itu. Hal ini lebih dikarenakan, aku punya koleksi lengkap warna tsb mulai dari sepatu, sampai payung!!! Gimana kaosnya mau ngga nyesuain ?!!

Akhir-akhir ini, warna juga mempengaruhi selera makanku. Dalam arti, aku akan makan dengan lahap jika sayuran yang dimasak berwarna alami. Btw, I love veggies! Jadi, kalo sayur hijau ya harus hijau segar..tidak berubah warna jadi coklat. Kalo sudah berubah warna, kayaknya selera makanku langsung rusak, tenggorakan tidak mau menelan, dan perut tidak mau mencerna…parah kan!! Mendingan aku makan yang serba keringan deh kalo ini terjadi. Anehnya lagi biarpun aku demen warna hitam, tapi aku kesulitan jika harus memakan sesuatu yang berwarna hitam. Jadi, rawon menduduki peringkat pertama makanan yang tidak kusuka. Duh, masih terasa dengan jelas terakhir kali makan rawon pas pulkam akhir tahun kemarin. Kepaksa, ngga ada pilihan! Not anymore-lah. It’s just so weird eating that kind of food. Aku masih bisa makan rujak cingur karena warna hitamnya masih terbenam diantaranya hijaunya sayuran. Tentu saja tanpa cingur!!

You see now how deeply mad I am in colors?! I don’t make up these stories. It’s just there. The colors run in my blood. No wonder my life has been so colorful ^_^

About CAR

google me, analyze me, share with me

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: