//
you're reading...
bit by bit

seniwoman

Kali ini aku harus memperkenalkan sisi lain dari diriku, yaitu sebagai seniwoman. Meskipun bukan yang mumpuni, tapi bisalah disebut sebagai seniwoman. Alasannya? Aku tidak hanya menggambar tapi mengarang dan menulis puisi. Aku bukan hanya penikmat musik semata, tapi aku juga penyanyi, pemain gitar, arranger, dan akhir-akhir ini composer. Aku tidak hanya berdansa, tapi juga memotret. Kalau disebutin seperti ini memang berkesan komplit dan keren, tapi sekali lagi aku bukanlah seniwoman yang mumpuni.

Sebagai fotografer, aku bukanlah Roy Genggam, yang hasil foto analognya sangat luar biasa dengan pengaturan komposisi cahaya, materi, dan model yang luar biasa detail. Yang kujalani selama ini hanya berdasarkan tips & tricks dari teman, baca buku, dan praktek dilapangan. Itupun hasilnya seringkali tidak memuaskan. Yang membuatku tetap menyukai dunia ini adalah ketika hasil jepretanku dipajang diruang tamu seorang teman atau paling tidak disukai teman karena angle-nya pas. Biarpun sesederhana itu tapi aku juga pernah menang lomba foto balita. Bukan lomba yang berskala nasional sih, hadiahnya juga bukan untukku….hanyalah kepuasan yang kudapat. That’s enough! Pernah juga, aku mendapatkan pujian dari seorang Arbein Rambey untuk satu buah fotoku di suatu workshop jurnalisme. Yang kudapat dari situ juga kepuasan. Puas karena merasa dihargai. He’s one of the experts gitu lho. Tapi jangan pernah nanya ke dia: ” Kenal Cincin, nggak?” Karena pasti dia hanya menggelengkan kepala 3 kali atau bahkan dia hanya ngeliat ke jari-jemarinya? Cincin saya cuman satu ini, kok. Nggak ada yang ilang!!

Sekarang tentang dansa. Dansa ya…bukan menari…apalagi tarian tradisional Indonesia…tidak bisa kupahami [maaf, tidak bermaksud sombong, tapi jujur: jauh lebih sulit]. Anyway, asumsiku tentang dansa ialah I can be a good dancer. Habis, aku tidak terlalu kesulitan sih dalam hal menggerakkan badan ataupun melangkahkan kaki mengikuti irama. Sayang, kesempatan untuk berdansa jarang ada. Cha-cha, misalnya, kukenal pertama kali waktu masih rajin mengikuti pertemuan pemuda yang berskala internasional. Pada waktu luang, kita seringkali berdansa…but it was all for fun. Dansa yang agak ribet, waktu temen-temen gereja ngajak ikutan lomba dansa beregu alias poco-poco cha-cha. Sumpeh cing, pertama kali latian bikin badan pegel setengah hidup. Nggak nyangka! Cuman gerakin badan dan kaki seperti itu aja kok bisa bikin tubuh serasa digebukin 7 maling!! Akirnya, latian yg memakan waktu berbulan-bulan itu [entah 2 atau 3 bulanan :p] membuahkan hasil…kekalahan!! Not a big deal. Yang penting kita udah bersenang-senang, nggak melulu urusan Alkitabiah. Lagian, lawan kita selain sudah menjadi pakar poco-poco dari lahir, juga tiap minggu sekali muncul di acara “Goin’ Country”. No wonder-lah! Yang penting lagi, selama masa latihan tubuhku serasa jauh lebih fit dan kalau berjalan tegak sambil membusungkan dada! Bukan berarti aku mengalami regresi menjadi Pithecanthropus Erectus lho!

Untuk urusan menggambar, aku lebih suka dengan memakai bolpen dan kertas sebagai medianya. Ada istilahnya sih sebenarnya, tapi aku lupa dan tidak mau ambil pusing. Untuk urusan yang satu ini aku jarang sekali melakukannya. Sepertinya, ada masa-masa tertentu dimana aku melakukannya bagaikan maniak, tanpa henti selama berhari-hari! Yang kuingat, pertama kali aku mengekspresikan diri ke dalam dunia gambar adalah saat aku di ‘orientasi’ alias perkenalan kampus. Waktu itu sekedar iseng, hitung-hitung daripada ketiduran akibat dengerin ceramah yang tiada kunjung berakhir. Kebayang aja hukuman yang bakal dikasih para senior kalau ketiduran di aula…ngeri dah! Kayaknya, waktu itu aku juga lagi mikirin masuk ‘ekstrakurikuler’ apa, diluar kegiatan perkuliahan. Melukis, jadi salah satu pilihanku; meskipun akhirnya aku batalkan. Entah alasanku apa. Iseng-iseng menggambar juga kulakukan lagi pas aku kerja. Jadi ada jarak dan waktu yang sangat lama, bukan? Itupun, aku melakukannya tidak tiap tahun. bahkan sepertinya dah hampir 2 tahunan aku tidak menggambar lagi. Walaupun begitu, karyaku sudah pernah kupublikasikan. Lagi-lagi dalam event yang bersifat lokal: retret gereja!! Lebih tepatnya, untuk cover buku acara retret. Lumayan, kan?

Kegiatan menulis baik itu berupa karangan ataupun puisi kulakukan lebih teratur dibandingkan lainnya. Dulunya, aku lebih suka membuat puisi karena puisi pastinya tidak panjang tepat sesuai moodku yang singkat ini. Selain itu, puisi, juga padat dan jelas. 15 kosa kata bisa mewakili ribuan kata! Hampir sebagian puisi, ku upload ke blogku di FS [coba deh dilihat disini http://cincinaroma.blog.friendster.com%5D. Btw, kalau sudah dilihat, jangan lupa kasih komen ya? Tema puisiku sendiri bervariasi mulai dari yang rohani, cinta, bahkan saat ini aku sedang berkonsentrasi ke puisi anak. Untuk yang terakhir ini, aku berencana menerbitkannya. Tunggu aja tanggal mainnya, masih setengah jalan! Kelak, aku juga pengen puisi-puisiku yang lain ada yang nerbitin. Meskipun dari dulu aku bisa dianggap pintar mengarang bahkan pas SD sempat mewakili sekolahan untuk mengikuti lomba mengarang – biarpun tidak dapat juara sama sekali, tapi aku jarang melakukannya. Sempat aku menulis sebuah cerpen remaja, itupun urung ku kirimkan. Nggak pede! Aktivitas mengarang akirnya ku mulai lagi waktu sekolah S2. Papers after papers definitely can pull out hidden skills at it best. Untungnya, setelah kuliah selesai aku diperkenal kan dengan dunia wordpress…voila…back to write, ladies & gentlemen. Jujur aja, pertama kali nulis disini masih kagok. Baru tulisan ke-3 yang kuanggap pas mewakili citra rasaku: cup of coffee. Setelah itu, lancar…sampai detik ini.

The final one: dunia musik! Banyak sekali yang rasanya aku harus ceritakan tentang duniaku yang satu ini. Music is in my blood! Selain itu aku rajin memupuknya dengan mendatangi berbagai konser musik mulai yang junior recital, klasik, bahkan java jazz. Yup, untuk urusan jazz, aku penggilanya! Meskipun jenis musik baru kukenal kurang dari 5 tahunan tapi langsung mendominasi hidupku. Dari yang awalnya pusing ngederinnya, sekarang aku bisa mengatakan suaraku cocok untuk musik ini! I mean, you don’t have to sing that much, as in classic, yet it offers you so much fun. Further fact is that: instruments play significant role! That’s why, no need to sing that much!! No hard feeling jazz singers, but most of you have beautiful voices as well. Sebenarnya, musik yang kukenal pertama kali harusnya berasal dari gereja. Secara, hidupku selalu dilingkungan seperti itu! Karena itu juga, aku tidak akan pernah bisa lepas dari dunia paduan suara. It’s nice to be there! Untuk itulah, aku sampai sekarang tidak bisa melepaskan ‘jabatan’ku sebagai music coordinator di gereja. Years after years, I’ve been staying there through its ups and downs. And one thing for sure, I’m getting good at it. Berbagai jenis lagu dari berbagai tempat sudah kami nyanyikan. Most of the time, I’ve been played as an arranger. Idealismeku sampai detik ini ialah aku enggan buat menyanyikan ladu dengan aransemen yang sama dari waktu ke waktu. Biarpun hanya sedikit perbedaan aransemennya, tapi bagiku penting. Lagian, aku tidak mau kalau jemaat sampai mengetahui kami seringkali menyanyikan lagu yang sama…hehe. Itulah fungsinya arranger!! Dari mana ide kudapat?? Well, dari mana saja!! Kadang pas dibis menuju ke gereja, kadang dalam hitungan detik sebelum lagu itu dibawakan, kadang malam hari sampai berujung sulit tidur…saking lagu itu nempel terus diotak!! Tidak usah heran, that’s common in artists’ world!! Sekedar menampilkan lagu karya orang lain juga lama-lama kurang afdol. Tibalah saatnya, this choir should perform my song, a song composed by Cincin!! Yup, so far I’ve been composing 7 songs! 2 lagu dalam bahasa Indonesia, sisanya bahasa Inggris. Inilah untungnya bisa memainkan salah satu instrumen. Dalam hal ini: aku adalah ksatria bergitar!! Bukan gitaris profesional. Hanya hapal beberapa kunci itupun sering lupa. Malahan aku masih sering salah memikirkan suatu nada tertentu sembari menekan kunci gitarnya. Dengan kata lain, aku selalu membutuhkan partitur yang ada detail kunci-kuncinya. I’m a visual person, remember?! However, I keep on learning and practicing. Memang pada akirnya ini membantuku dalam membuat lagu. Jadi, kapan tuh lagu ditampilin? Hm..dalam waktu dekat ini!! Berdoa saja semoga, jemaatnya tidak melarikan diri waktu laguku ini ditampilkan kelak. Kalo perlu: doa puasa!!!

Sekarang, percaya kan kalo aku sudah bisa disebut sebagai seniwoman! I’m a woman gitu lho and I love art…seniwoman kan?!! I love being an artist. I love being able to see things different than others. I love life! Life is God’s art! That’s why, I love God!!!

About CAR

google me, analyze me, share with me

Discussion

One thought on “seniwoman

  1. Sebagaimana yang diekspresikan para penyanyi Indonesia http://www.youtube.com/watch?v=Jo3ZcmPpIjc
    Sebagaimana yang ku ekspresikan dalam puisi: http://aromapuisicincin.blogspot.com/2011_04_24_archive.html#6823361015274647190

    Posted by CAR | October 5, 2011, 10:01 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: