//
you're reading...
bit by bit

different kind of love

Sabtu kemarin menjadi acara perkenalanku dengan sosok yang istimewa. Sosok yang sebenarnya penuh cinta tapi sulit untuk mengekspresikan cinta tersebut. Sosok yang merindukan kebebasan. Mereka bagaikan rajawali yang terkungkung dalam sangkar. Bedanya, sangkar yang ini adalah autis. Yup, autis! Autis di dunia anak.

Meskipun dalam kuliahku beberapa waktu yang lalu sedikit banyak sudah belajar tentang autis, tapi berinteraksi dengan mereka secara langsung sama sekali belum pernah. Dulu diotakku, autis adalah mereka yang sama sekali tidak mengadakan kontak dengan orang-orang disekitarnya, sering tantrum, dan menolak segala bentuk sentuhan. Mungkin ada benarnya, tapi tidak selalu seperti ada. Masih ada sisi-sisi lain dari para autis. Sisi-sisi yang menawarkan kehangatan dan kebahagiaan. I’m talking about love here! Cinta yang terlihat ketika satu per satu mendatangiku sebagai tanda bahwa aku, orang baru, diterima dilingkungan mereka. Tentunya mereka sudah merasa nyaman dengan diriku. Pastinya, masing-masing telah mengamatiku diriku sampai ke kedalaman jiwaku bahwa aku orang yang baik-baik saja. Logikanya, itu terjadi pada saat aku memasuki pintu ruangan mereka. Cinta yang sama terlihat ketika seorang anak memintaku untuk membuka tempat makanan dan ketika jemarinya menggaruk-garuk telapak tanganku yang kuartikan bahwa dia menyukai dengan kegiatan yang kami berdua lakukan. Cinta yang diperlihatkan seorang gadis cilik yang akhirnya mau berlama-lama dibelakang dipunggungku bahkan menelungkupkan tubuhnya dipangkuanku. Itu bukti bahwa dia sudah mempercayaiku dengan tulus. Bukankah cinta memang butuh kepercayaan seperti itu? That little autism girl knows it!! While people like you and me are struggling JUST to define love. Coba bayangkan hal ini: acara sudah hampir berakhir setelah 3 hari bersama-sama & they had to say good bye to each other. Sorry to say, it didn’t happen! Oral communication is the hardest thing for them. Now you expect them to put big smile on their faces, say good bye and wave their hands…come on!! BUT!! But, they actually did that…only in different way. Dua anak yang mungkin selama 3 hari ini tidak terlihat berkomunikasi tapi ternyata sudah tumbuh pengenalan akan diri mereka masing-masing. Itulah kehebatan mereka, sepertinya mereka tidak mengamati apa yang terjadi diluar diri mereka tapi pada kenyataannya mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi disekitar mereka. Complicated but interesting!! Back to the parting scene. Dan ketika lift mengantar kedua anak tersebut untuk bertemu kembali dengan orang tua masing-masing, salah satu anak menggaruk kepala si gadis cilik dengan lembutnya. Yang pasti, itu bukan garukan usil ataupun nakal! Garukan tersebut mengandung cinta. It’s different kind of love!! I am so lucky to witness the love they shared. Untuk anak-anak yang penuh cinta kasih tersebut, tulisan ini kupersembahkan.

Jadi ingatlah akan sharingku ini, wahai teman! Sementara anak-anak tersebut dalam keterbatasan dirinya masih memiliki jutaan cinta yang diekspresikan dengan cara yang lain, kita yang normal terjebak dengan pengekspresian cinta yang itu-itu saja…standar…cenderung dangkal. Bilang sayang, padahal diluar selingkuh. Sms mesra…telponan lancar…tapi ketika bertemu muka dengan muka jari jemari malah bergerilya memencet tombol sms untuk berkomunikasi dengan yang lain. Siapa yang lebih autis? So, stop pretending as if you were autism. You’re not good enough to be one of them: people with true love inside out!!

About CAR

google me, analyze me, share with me

Discussion

2 thoughts on “different kind of love

  1. wooww… nice story mbak… so inspiring… thanks… hehehe…

    Posted by thiez | May 27, 2009, 11:56 am
  2. aku setuju dengan pendapatmu cah ayu….tapi kamu jangan sampai terjebak dengan persepsimu sendiri ya tentang orang normal tapi cenderung autis…dengan segala hormat aku buka topi untuk segala upaya-mu cah ayu..so..good luck & succes for you..!!!

    Posted by petwan yulius totti | May 28, 2009, 4:51 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: