//
you're reading...
The world in my eyes

Begadang di Bandara Soekarno Hatta

Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat datang dari luar negeri dan hendak melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya. Jadi, kami punya waktu tunggu dari tengah malam sampai dini hari. Karena hanya beberapa jam dalam kurun waktu yang tidak biasa maka jauh sebelumnya kami sudah memutuskan untuk menginap di bandara!

Karena ini termasuk ide gila maka serangkaian googling harus dilakukan terlebih dulu. Ternyata, hasilnya mengejutkan! Ide ini bukan hal luar biasa. Ini sebuah aktivitas yang sering dilakukan oleh orang-orang yang sering jalan-jalan entah untuk urursan bisnis maupun sekedar backpacking. Hebatnya lagi istilah tidur di bandara sudah memiliki banyak komunitas bahkan lengkap dengan FB-nya dan tentu saja foto-foto lucu dan ajaib tentang cara tidur di bandara. Berbagai tips n trick juga diberikan mulai dari pemilihan tempat, aksesoris tidur, sampai bagaimana cara minta orang lewat untuk membangunkan kita!

Akhirnya dengan semua data ini,  aku memilih untuk membawa makanan dan minuman yang cukup, kaos kaki, penutup mata, baju hangat, jaket. Tikar lipat terpaksa tidak ku bawa karena kesannya kok…niat banget sih orang ini tidur di bandara!

Begitu sampai di bandara, aku langsung berkeliling melihat sikon. Ternyata, beberapa toko di ruang tunggu bandara internasional terminal 2D buka 24 jam. Yang paling ku ingat: Alfamart ekspress dan Coffee Bean Cafe. Sempat berpikir bakal ngetem di Coffee Bean setelah melihat tempat duduknya empuk walaupun tidak mungkin dipakai tidur. Atau ngetekin tempat di bangku panjang yang tersedia di dalam ruang tunggu 2D [mengingat sebagian sudah dipakai tidur].

Ternyata sang sahabat tidak suka di dalam ruangan karena tidak bisa merokok! Duh sebelnya. Tapi demi persahabatan, kami mulai mencari tempat yang enak dipakai untuk ngobrol dan/ atau tidur di luar ruang tunggu. Beberapa alternatif yang kami temukan di dekat ruang tunggu kedatangan: di depan toilet dan tepat dibawah tangga dari/ ke anjungan melambai [istilah bahasa inggrisnya apa ya…lupa]. Di sini, tidak terlalu kena angin hanya tempat duduknya yang keras dan bersandaran jadi sulit kalau mau rebahan plus tentu saja bau dari toilet yang meskipun cukup bersih tapi sesekali tetap tercium. Untungnya di depan ruangan ini kami menemukan lokasi yang kami anggap tepat: banyak deretan bangku kosong dengan hanya 1 orang yang tidur disitu, dekat toilet, dekat jalan yang kalau selarut itu nyaris tidak ada kendaraan yang hilir mudik, dan cukup terjaga privasinya karena terhalang deretan pot tumbuhan dan tulisan: dilarang masuk!

Jadilah sepanjang waktu itu kami ngobrol dan ngobrol dan ngobrol sampai pagi. Tidak banyak aktivitas terjadi di sekeliling kami dan hanya beberapa orang saja yang mencoba menawarkan jasa pembelian tiket. Akhirnya tibalah saat-saat perpisahan, saatnya kami harus ke terminal 1 C [airfest] dan ternyata jam 4 itu belum ada shuttle bus [yang gratissss…..] yang keliling antar terminal. Kami mencoba jalan mengelilingi terminal 2D untuk mendapatkan taksi. Ternyata sulit untuk mendapatkan taksi. Untungnya, ada orang yang menawarkan diri untuk mengantar kami ke terminal 1 C dengan harga Rp 50,000 persis sama waktu kita bertanya ke orang beberapa waktu sebelumnya. Karena aku harus lanjut pulang ke LK maka ku tawarkan ekstra Rp 50,000 dan mereka setuju. Yup mereka: sopir taksi dan calonya.

Ternyata mobil yang kami tumpangi adalah apa yang disebut orang sebagai taksi gelap. Mobilnya kijang dalam kondisi  yang baik dan pakai AC. Sepanjang aku melanjutkan perjalanan pulang, mereka bercerita asal mula taksi gelap mendapatkan stigma di masyarakat tapi pada kenyataannya keberadaan mereka di bandara juga atas persetujuan pihak bandara. Mereka juga bercerita tentang peran serta mereka dalam ‘mengembangkan’ bisnis hotel-hotel transit di sekitar bandara: antar jemput penumpang! Sayangnya, pihak hotel tidak mengapresiasi ‘bantuan’ mereka. Mereka juga cukup baik dan mencoba menjaga sikap di depan penumpang cewek yang imut ini ^_^ Paling tidak,  mereka memahami sedikit ketakutanku karena memberanikan diri naik taksi gelap di pagi buta.

Demikian kesaksian saya sebagai pelaku hidup yang pernah naik taksi gelap dari bandara ke rumah meskipun sempat berputar-putar karena baik saya maupun mereka tidak hapal jalan!

About CAR

google me, analyze me, share with me

Discussion

10 thoughts on “Begadang di Bandara Soekarno Hatta

  1. halo, salam kenal mba.. saya mau tanya, apakah memang aman tidur di bandara? ada security yang jaga2 ngga sih? *siapa tau nanti pas tidur di ruang tunggu diusir sama security* tapi bener ada beberapa restoran yang buka 24 jam? khawatir sepi banget karena saya wanita dan berencana tidur di bandara nunggu penerbangan pagi jam 6. terima kasih.

    Posted by via | January 7, 2013, 10:25 am
    • Kalo pengalamanku kemarin kami berdua milih tiduran diluar. Tapi sebenarnya masih bisa nyari diruangan yang agak dalam yang lebih tidak berangin, sekitaran toilet. Seingatku jarang ada security yang hilir mudik. Tapi kurasa aman ya karena pastinya ada CCTV dimana-mana secara itu terminal International. Entah kalau yang domestik.

      Posted by CAR | January 8, 2013, 10:48 am
  2. Malam ini mau nyobain bermalam di Soeta. Haha, semoga lancar dan aman-aman saja🙂 Salam kenal.

    Posted by omnduut | February 6, 2013, 3:52 pm
    • Salam kenal balik omnduut…bagaimana semalam? ada masalahkah?

      Posted by CAR | February 7, 2013, 9:56 am
      • kalau numpang begadang di restoran yang buka 24 jam boleh ngga sih? tentunya beli makanan di restoran tersebut. dan tolong rekomendasi restoran yang bagus buat begadang dan ada di terminal berapa. hehe sejujurnya takut begadang karena sendirian. kalau di restoran kan setidaknya ada temennya (pemilik atau yg kerja di restoran tersebut) terima kasih.

        Posted by via | February 7, 2013, 10:57 am
      • Kalo ngga salah di terminal kedatangan internasional ada Coffe Bean…atau Bengawan Solo ya itu …maaf kecampur otaknya😀 terus ada divisi alfa yang buka 24 jam. Kurasa amanlah kalo disitu. Mungkin bisa diakalin…sejam pertama muter2 dulu terus 2 jam pertama dimana…selanjutnya dimana gitu🙂 atur aja deh

        Posted by CAR | February 8, 2013, 1:33 pm
  3. hehehe terima kasih buat saran dan infonyanya. boleh juga ya nanti di coba, dr pada diusir klo cuma di 1 restoran. bener2 nekat ngegembel di Bandara :p

    Posted by via | February 8, 2013, 2:12 pm
  4. Kalo sama temen2 c enak ya nginep rame2.
    Tp kl sama kerluarga c BIG NO! deh ya nginep disana.
    Kasian keluarga.
    Liburan ke Jakarta kemarin saya tiba di Jakarta jam 11 malam.
    Pas turun emang banyak juga yang menginap di bandara.
    Tp mengingat saya bawa keluarga mndg saya cr hotel terdekat deh karena uda cape perjalanan jauh dlm pesawat.
    Saya menginap di FM7 Resort Hotel karena mereka sediain antar jemput gratis dari bandara,
    Jd gak perlu pusink lg dan keluar uang lg buat akomodasi ke hotel.
    Untuk harga menurut saya murah kl dibandingin sm fasilitas yang dikasih ky kolam renang, gym, sauna, steam dan msh banyak lg.

    Posted by William Libranto | January 15, 2014, 4:17 pm
    • Iya sih kalau dengan keluarga apalagi dengan anak kecil akan menjadi tidak nyaman tidur di bandara. Ide yang bagus untuk menginap di hotel sekitar situ. Terima kasih atas infonya Pak William🙂

      Posted by CAR | January 16, 2014, 10:46 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: