//
you're reading...
bit by bit

Refleksi Paska

Weekdays

Maaf Tuhan, hari ini aku tidak punya waktu untukMu. Aku sibuk sekali seharian ini. Aku bekerja 8 jam non stop. Banyak sekali orang yang harus ku layani dengan baik dan profesional. Belum lagi aku harus dengerin curhatan teman sepanjang sore tadi terus harus nelpon orang rumah untuk memastikan mereka baik-baik saja. Pekerjaan rumah pun numpuk. Jadi maaf aku terlalu capek untuk berdoa malam ini. Aku mau tidur karena besok aku harus mengulang rutinitas yang kurang lebih sama.

Saturday

Maaf Tuhan, hari ini aku tidak punya waktu untukMu. Aku harus ngurus rumah baruku. Aku harus ketemu beberapa teman karena mereka butuh bantuanku. Setelah selesai dengan urusan mereka, aku akan memanjakan tubuhku. 5 hari aku sudah bekerja keras. Aku butuh ‘me time’! Jadi maaf aku terlalu capek untuk berdoa malam ini. Aku mau tidur karena besok harus ke gereja.

Sunday

Maaf Tuhan, hari ini aku tidak punya waktu untukMu. Kau tau kan kalau aku sangat sibuk setiap Minggu. Aku harus menyiapkan banyak hal agar setiap jemaat yang datang ke gereja hari ini dapat merasakan urapan kuasa RohMu. Harapannya sih minggu depan mereka dapat kembali ke gereja ini. Kau tau kan kalau gereja ini butuh banyak simpatisan supaya kemampuan finansialnya membaik. Dengan uang ini kami bisa melakukan banyak aksi sosial dan makin menjamah banyak jiwa. Bukankah itu kehendakMu? Jadi maaf aku terlalu capek untuk berdoa malam ini. Aku mau tidur karena besok aku harus kembali ke rutinitas pekerjaanku.

Hari berganti bulan berganti tahun

Maaf Tuhan, aku tetap tidak punya waktu untukMu. Pekerjaanku menuntut konsentrasi lebih tinggi sejak aku dipromosikan. Apalagi sekarang aku sudah menikah, sudah punya anak, sudah sibuk dengan semua urusan rumah tangga ini. Belum lagi urusan gereja, RT, RW. Semua menuntutku untuk melakukan lebih banyak hal dan pelayanan. Aku sudah kelelahan. Aku capek. Aku butuh istirahat banyak. Maaf, aku beneran tidak punya waktu untukMu.

Refleksi:

Hanya karena sibuk melayani di gereja atau membantu teman yang kesusahan atau karena mengurus keluarga maka bisa diartikan kita tidak perlu lagi menyediakan waktu pribadi untuk Dia, Sang Nafas Kehidupan? Jangan-jangan, kita melakukan semua hal di dunia kecuali meluangkan waktu dengan Allah semata-mata untuk memberi makan ego kita: inilah aku manusia serba bisa, self-providing, dan berkuasa! Apakah kita sudah melangkah terlalu jauh dengan menganggap diri kita adalah tuhan kecil yang berkuasa penuh paling tidak atas diri sendiri? Mungkin kita memang lupa bahwa hidup kita adalah sepenuhnya anugerah Allah. Bahwa setiap nafas yang kita hirup, sesendok makanan yang kita makan, segelas air yang kita minum adalah bukti penyelenggaran hidupNya atas diri kita. Bahwa keberadaan matahari di siang hari, bulan dan bintang di malam hari adalah bukti cinta kasih Tuhan. Jika itu semua tidak cukup, bukankah Dia, Allah, Sang Pencipta dan Pemilik seluruh angkasa raya dan kehidupan kekal telah  memberikan anakNya untuk mati dengan cara hina bagi kita. Ingatlah pengorbananNya itu…untuk kau dan aku! Korbankan sedikit dari semua waktu yang Allah beri: khusus untuk Dia.

Selamat Paska! 


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

[Yoh 3:16]

About CAR

google me, analyze me, share with me

Discussion

One thought on “Refleksi Paska

  1. Sebuah lagu untuk merayakan Paska: Agnus Dei (Lamb of God) http://www.youtube.com/watch?v=e6cDQcLkprk

    Posted by CAR | October 5, 2011, 10:26 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: